•  
  • KSATRIA KENDALISADA
Selasa, 18 November 2014 - 22:04:02 WIB
Mountain Rescue : Membaca Peta dan Navigasi Darat
Diposting oleh : Nuzul Wahyudi
Kategori: Umum - Dibaca: 6067 kali

Navigasi Darat atau yang sering disingkat Navdar adalah suatu teknik untuk menentukan posisi kita maupun suatu obyek, serta arah lintasan kita di peta sehingga dapat memberikan gambaran terhadap medan yang sedang dan akan kita lalui. Peralatan yang digunakan untuk Navigasi Darat ada berbagai alat, mulai dari yang manual sampai dengan yang elektronik. Peralatan standar Navigasi darat antara lain :

A. Peta
B. Kompas
C. Alti meter
D. Busur derajat
E. Penggaris
F. Pensil
G. Penghapus
H. GPS (Global Position System)

A. PETA

 Adalah gambaran seluruh atau sebagian dari permukaan bumi yang diproyeksikan ke dalam bidang datar dengan perbandingan atau perkecilan tertentu yang dinamakan kedar atau skala, dengan maksud agar sipemakai mempunyai gambaran atau bayangan mengenai suatu medan.

Fungsi peta adalah sebagai alat bantu perencanaan sebelum menggerakkan unsur-unsur, pengendalian unsur dan bantuan pertolongan dalam medan operasi SAR.

peta

Gambar Peta Topografi

Cara Merawat Peta :

  1. Melipat bagian yang akan digunakan berada di luar
  2. Menggulung dan memasukkan ke dalam tabung.
  3. Membungkus dengan plastik.
  4. Laminating.

 1. Judul Peta

Menerangkan identitas  atau nama dari daerah yang tergambar pada lembar peta tersebut. Biasanya peta diambil dari nama daerah yang terletak di tengah peta atau daerah yang paling besar atau menonjol pada lembar peta tersebut.

 2. Nomor Peta

Menerangkan nomor regristrasi dari tiap lembar peta. Biasanya ditempatkan di sudut kanan atas dari peta.

 3. Skala Peta atau kedar

Skala Peta atau kedar adalah perbandingan jarak antara dua titik di peta dengan jarak mendata antara dua titik dimedan sebenarnya. Jarak di peta x skala = jarak di medan sebenarnya

4.  Sifat skala / kedar

Makin kecil angka di belakang tanda bagi (:) makin besar skala peta

Makin  besar angka di belakang tanda bagi (:) makin kecil skalanya

 Cara menyatakan skala :

1. Skala perbandingan

Contoh   :    1 : 50.000

Artinya    :    1 cm di peta = 50.000 cm di medan sebenanya = 500 m

2. Skala Garis

 Skala Garis

 5. Cara mengukur jarak di peta

  1. Dengan mistar (untuk yang lurus)
  2. Dengan curve meter (garis yang berbelok-belok)
  3. Jika semuanya tidak ada gunakan kertas, kemudian ukur pada skala garis.

 6.    Memindahkan jarak di medan sebenarnya ke peta.       

  1. Perkirakan jarak yang anda jalani di medan sebenarnya .
  2. Berapa skala yang anda pergunakan.
  3. Bagi jarak yang anda peroleh (hasil “1”) dengan skala peta = jarak yang harus anda plot di peta.

 7.    Memindahkan jarak di medan sebenarnya ke peta.       

  1. Perkirakan jarak yang anda jalani di medan sebenarnya .
  2. Berapa skala yang anda pergunakan.
  3. Bagi jarak yang anda peroleh (hasil “1”) dengan skala peta = jarak yang harus anda plot di peta.

 

KOORDINAT

 a. UTM

Menentukan koordinat dilakukan diatas peta dan bukan di lapangan, caranya dengan membagi karvak menjadi 10 bagian (untuk peta topografi). Titik koordinat adalah titik temu antara sumbu vertikal dan sumbu horizontal. Untuk dapat selalu mengingal cara menentukan koordinat ada beberapa patokan antara lain Easting, Northing (ke timur dan ke utara) atau Kika Batas ( dari kiri ke kanan dan dari bawah ke atas).

 b.    Geografi

  1. Koordinat yang dipergunakan untuk membaca peta rupa bumi
  2. Cara membaca : lintang (……°, ….’, …..’’ N/S) / Bujur (……°, …..’,……’’ T)
  3. Perhatikan nilai lintang dan bujur yang dicantumakan pada garis peta yang paling luar.
  4. Perhatikan berapa detik pergeseran antara setiap garis pada lintang dan bujur . (30’’ pada skala 1 ; 25.000)
  5. Cara menentukan :
  • Pembesaran nilai horizontal ke atas berada di belahan bumi bagian utara. (Bagian ke atas / kiri ke kanan)
  • Pembesaran nilai horizontal ke bawah berarti berada di belahan bumi bagian selatan. (atas ke bawah / kiri ke kanan)
  1. Hitung berapa detik nilai penyimpangan koordinat yang akan dicari, hasilnya tambahkan dengan nilai garis (bagian utara tambahkan garis di bawahnya, bagian selatan tambahkan nilai garis diatasnya, sedangkan garis bujur tambahkan nilai garis di kirinya.
  2. Hasil adalah koordinat yang dicari.

ARAH

Arah mata angin memberi petunjuk secara kasar, jika menghendaki ketepatan adalah dengan menggunakan kompas, dimana kompas mempunyai lingkaran yang terbagi menjadi 360°, jika dikaitkan dengan arah mata angin maka 0°/360° = utara, 90° = timur, 180° = selatan dan 270° = barat.

 Dalam mempelajari arah kita mengenal 3 macam arah utara :

  1. Arah utara sebenarnya / kutub adalah arah utara yang ditunjukkan oleh garis meredian dimana menunjuk ke arah kutub utara.
  2. Arah utara peta adalah arah utara yang ditunjukkan oleh sumbu vertikal yang terdapat dalam peta.
  3. Arah utara magnetik / medan magnetik bumi adalah arah yang ditunjukkan oleh jarum kompas.

 1.    Ikhtilap Peta

 Ikhtilap peta adalah sudut yang terbentuk oleh utara sebenarnya dengan utara peta baik ke arah barat dan timur (grid declination)

  2.    Sudut / Azimuth

 Adalah sudut yang terbentuk karena penyimpangan dari arah utara peta, besarnya azimuth / sudut dinyatakan dengan derajat (°) dan sudut dihitung sesuai arah jarum jam.

  3.    Cara mengukur sudut peta.

  •  Tempatkan 0 selalu di utara
  • Tempatkan gromet (bagian tengah busur) pada titik yang akan diukur besaran sudutnya.
  • Yakinkan garis dapat dibaca berada pada angka yang tertera di busur derajat.
  • Besaran sudut adalah sesuai nilai angka yang dilalui garis.

  4.    Sudut kompas

 Sudut kompas adalah sudut yang ditunjukkan oleh kompas dimana terbentuk antara dua garis yang satu kearah utara magnetik dan yang satu ke arah sasaran. Sudut kompas inilah yang digunakan di lapangan  / medan sebenarnya, jika arah ditentukan dari sudut peta maka arah perjalanan harus dikoreksi dengan ikhtilap peta dan variasi magnetik.

  5.    Back azimuth

 Back azimuth adalah sudut balik dari suatu arah, dimana nilai sudutnya diperoleh jika :

  •  Arah kurang dari 180° maka back azimuthnya adalah (arah + 180° = back azimuth)
  • Arah lebih dari 180° maka back azimuthnya adalah (arah - 180° = back azimuth)

Tujuan back azimuth, adalah untuk melakukan pengecekan apakah perjalanan yang dilakukan berada dalam satu garis lurus atau tidak.

  6.    Garis ketinggian

 Adalah garis yang berkelok-kelok dan tertutup serta merupakan rangkaian titik-titik yang sama tingginya diukur dari permukaan laut.

 Maksud garis ketinggian

  1. Untuk mengetahui tinggi suatu tempat dari permukaan laut
  2. Untuk mengetahui bentuk medan yang sebenarnya

  Sifat-sifat garis ketinggian

  1. Garis ketinggian yang lebih rendah selalu mengelilingi garis ketinggian yang lebih tinggi.
  2. Garis ketinggian tidak akan saling berpotongan dan tidak akan bercabang.
  3. Untuk medan landai garis ketinggian akan saling berjauhan.
  4. Untuk daerah terjal garis ketinggian akan merapat / berdekatan.
  5. Garis ketinggian yang menjorok keluar / menjauh dari puncak merupakan punggungan.
  6. Garis ketinggian yang menjorok ke dalam / mendekat ke puncak dan berbentuk V adalah lembah.
  7. Perbedaan ketinggian antara dua garis ketinggian apabila tidak dicantumkan dalam peta = 1/2 000 x skala peta (m)

 

 kontur

Gambar Garis Kontur

7. Titik-titik ketinggian (triangulasi)

Untuk mengetahui tinggi letak suatu titik / tempat diperlukan tanda di peta yaitu titik ketinggian (triangulasi), titik iini telah diketahui ketinggiannya dari permukaan air laut.

 

B. KOMPAS

Kompas adalah alat penunjuk arah dengan berpedoman pada utara magnetik bumi.
Ketentuan kompas:

  • Jarum magnetik.
  • Skala lingkar mendatar (0 - 360°)
  • Bidang penyangga.

 Jenis kompas :

  • Kompas bidik (prisma/lensatik).
  • Kompas orienteering (silva).

 

 kompas bidik silva

Kompas Bidik dan Kompas Silva

1. Cara menggunakan kompas

  • Buka kompas dan tutupnya tegak lurus ke atas.
  • Tutupkan prisma di atas kaca kompas.
  • Tarik cincin ibu jari jauh ke bawah.
  • Masukkan ibu jari dalam cincin dan letakkan jari telunjuk menekan kotak kompas.
  • Bawalah prisma ke depan mata.
  • Arahkan kompas pada medan yang dicari, sudut kompasnya dengan melihat celah melalui bidikan pada prisma, garis rambut berada pada satu garis dengan sasaran bidik.
  • Baca melalui prisma nilai skala mendatar yang ditunjukkan plot yang ada dalam kompas (ini merupakan sudut kompas).

2. Mengatasi Rintangan

 Apabila pada garis lintasan perjalanan kita terhalang oleh rintangan misalnya tebing, rawa, danau dsb, sehingga kita tidak dapat melewatinya maka cara mengatasinya adalah :

  •  Perjalanan awal, misalnya adalah 45°
  • Setelah tiba di A (awal dari rintangan) belok ke kanan maka sudutnya adalah 45° + 90° = 135°
  • Jalan dengan arah 135° sampai dapat melewati rintangan, hitung jarak antara titik A sampai titik B
  • Dari titik B belok ke kiri (arah 135° - 90° = 45°) berjalan hingga melewati rintangan (titik C).
  • Dari titik C belok ke kiri (arah 45° - 90° = 315°) berjalan sepanjang jarak dari titik A ke B (titik D).
  • Dari titik D berbelok ke kanan (arah 315° + 90° = 45°) sehingga arah perjalanan sama dengan arah perjalanan awal.

 3. Orientasi Peta

 Orientasi peta adalah bagaimana meletakkan peta secara benar sesuai dengan keadaan di medan.Caranya : sejajarkan utara peta dengan utara sebenarnya, dengan bantuan utara kompas.

 4. Menentukan Kedudukan Di Peta

 Menentukan kedudukan di peta dapat dilakukan :

  •  Orientasi medan mencocokan keadaan alam di medan dengan di peta.
  • Arah dan jarak.
  • Resection dan intersection.

 5. Menentukan Kemana Harus Didrop

  •  Lakukan orientasi peta
  • Tentukan cek point di peta yang terdekat dengan koordinat yang akan dituju.
  • Mintalah ke posko untuk didrop ke cek point yang anda kenali di peta.

  6. Menentukan Kedudukan Di Medan Sebenarnya

  • Lakukan orientasi peta
  • Pastikan cek point yang anda tuju sesuai dengan yang ada di peta
  • Ukur arah dan jarak yang anda buat tersebut, dan disitulah kedudukan anda di medan sebenarnya.

 7. Resection

Adalah cara menentukan kedudukan kita di peta, langkah ini adalah bagaimana kita dapat memindahkan kedudukan dari medan sebenarnya ke peta. Caranya :

  • Cari dan tentukan bahwa ada dua tanda di alam sebenarnya dan tergambar di peta.
  • Bidik titik A, misal hasilnya 290° kemudian plot di peta dan tarik back azimuthnya.
  • Bidik ke point ke 2 (titik B), misal hasilnya 45°, plot di peta dan tarik back azimuthnya.
  • Persilangan garis hasil bidikan kita tersebut merupakan kedudukan kita.

 

resection

Ilustrasi Resection

 8. Intersection

Adalah cara untuk menentukan kedudukan obyek lain yang berada di depan kita, langkah-langkahnya adalah :

  • Tentukan bahwa ada 2 tanda di alam sebenarnya dan tergambar di peta yang jaraknya tidak berjauhan, jarak minimal 300 m.
  • Berdirilah pada point 1, bidik obyek yang akan dilaporkan kedudukannya, hasil yang didapat langsung diplot ke peta dari point yang anda tempati di peta.
  • Pindah ke point 2, lakukan langkah yang sama dengan langkah di atas.
  • Hasil adalah persilangan plotting yang anda kerjakan dan di situlah koordinat obyek yang anda cari.

 

intersection 

Ilustrasi Intersection

 

PERJALANAN DENGAN PATOKAN KOMPAS

 

 jalan kompas 

 

  • A bidik B dengan sudut 90° kemudian B bidik A dengan sudut balik yaitu 180° ( jika B bidikannya tepat 180° maka A dan B satu garis lurus)
  • Seterusnya A bergerak maju di depan B, B membidik A dengan sudut 90° dan sebaliknya A membidik B dengan arah back azimuthnya yaitu 180°, seterusnya bergantian.

 

PERJALANAN PETA

Adalah perjalanan menuju suatu titik dengan melihat medan yang tergambar di peta dan tanda-tanda tersebut menjadi acuan lintasan yang akan dilalui, seperti jalan raya, jalan kampung, jalan setapak sungai, dll hingga sampai tujuan akhir.

 

Sumber : Materi Gladi Mantap Ubaloka Mountain Rescue Kwarda Jateng 2007


Like Facebook dan Bagikan di Facebook :




Komentar :