•  
  • KSATRIA KENDALISADA
» Profil Filosofi Anoman Sebagai Maskot Ambalan DKC Banyumas



Ksatria Kendalisada adalah nama ambalan bagi Dewan Kerja Cabang Banyumas. Seperti yang kita ketahui maskot dari Ksatria kendalisada adalah seekor kera putih sakti bernama Anoman. Dalam lakonnya Anoman terkenal sebagai seorang duta atau utusan Rama yang ditugaskan untuk merebut Dewi Shinta yang diculik oleh seorang raja lalim bernama Rahwana. Sikap heroik (ksatria) dalam menegakkan kebenaran inilah yang kemudian dijadikan sebagai alasan penokohan Anoman oleh Pramuka Penegak dan Pandega Banyumas.

Anoman berasal dari kata anom atau sinom (bahasa jawa) yang artinya muda atau pemuda, Dalam hal ini Anoman adalah penggambaran dari Pramuka Penegak dan Pandega Banyumas yang notabene merupakan para pemuda usia 16 sampai dengan 25 tahun.  Anoman berasal dari Pertapaan  "Kendalisada". Kendali maknanya "dikendalikan", Sada maknanya sahadat. Artinya pemuda yang dikendalikan oleh sahadat (pedoman). Sahadat atau pedoman yang dimaksud adalah janji dan kode moral Pramuka (Tri Sayta dan Dasa Dharma). Sehingga memiliki arti tatanan hidup Pramuka Penegak dan Pandega Banyumas dikendalikan oleh Tri Sayta dan Dasa Dharma. Anoman adalah Ksatria dari pertapaan Kendalisada yang memiliki kekuatan yang sangat hebat, yakni mampu menghancurkan Gunung SUMAWANA (SU=nafSU, MA=MAksiat, WA=haWA, NA=hiNA). Maksud secara keseluruhan adalah Pramuka Penegak dan Pandega Banyumas yang berpegang teguh pada Tri Sayta dan Dasa Dharma serta memiliki kekuatan dalam menghancurkan nafsu maksiat dan hawa yang hina atau buruk.

Dalam Cerita Pewayangan (Ramayana), figur Anoman selalu bertemu:
Rahwana Raja (Rah=darah, wana=alas/hutan, Raja=yang merajai). Artinya: tipe orang yang dikuasai oleh darah hutan. Di dalam hutan yang berlaku adalah homo homoni lupus, siapa yang kuat dialah yang menang. Yag kuat akan menindas yang lemah. Kesimpulanya adalah orang yang hidup tanpa aturan. Tokoh Rahwana Raja dalam lakon pewayangan selalu dapat dikalahkan oleh Anoman.

Dasamuka (Dasa=sepuluh, muka=wajah). Artinya orang yang bermuka sepuluh yang tidak jelas kepribadianya (tidak memiliki karakter tetap). Tokoh Rahwana Raja dalam lakon pewayangan selalu dapat dikalahkan oleh Anoman. Intinya seorang Pramuka harus dapat mengimplementasikan Trisatya dan Dasadharma dalam hidupnya sehingga dapat mengalahkan sifat angkara murka dan segala sifat keburukan lainnya dan selalu teguh dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan.